Bagaimana wanita yang shalihah itu? Seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ : 34, Allah menjelaskan bahwa wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (dari menyeleweng dan rahasia serta harta suaminya) ketika suaminya tidak ada.
Secara fisik memang wanita diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang rata-rata lemah dibanding kaum pria. Tetapi kelemahan wanita bukan berarti tidak memiliki arti, justru kelemahan itu menjadikan ia cocok untuk dijadikan partner pria. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya wanita itu juga sama-sama memiliki kekuatan fisik yang kuat sama dengan pria, tidak lembut dan feminin, .mungkin tidak pernah ada pasangan suami istri di dunia ini. Kehadiran Adam adalah sekaligus kehadiran Hawa. Barangkali tidak ada sejarah manusia tanpa kehadiran Hawa, yang berarti sepilah dunia ini.
Persoalan potensi, pada umumnya wanita juga tidak lebih potensial dari pria. Tentu porsi potensi pria lebih besar dan ini bukan tidak beralasan kalau Tuhan mentakdirkan begini, sebab dalam teori-teori ilmu-ilmu sosial pun dikemukakan, bahwa dalam masyarakat secara wajar terdapat dua kelompok yang berbeda peran sosialnya, yaitu yang memimpin dan yang dipimpin.
(http://zainuddin.lecturer.uin-malang.ac.id/2013/11/11/wanita-muslimah-dalam-problema-kehidupan-modern/)
PERAN WANITA MUSLIM DALAM KEHIDUPAN SEKITAR
1. Menjadi panutan bagi kaum dan lingkungan tempat tinggalnya
Dalam hidupnya, wanita juga wajib berda’wah dan menyerukan Islam di komunitas dimana ia berada, da’wah dalam artian ini adalah mengajak orang agar cenderung kepada Islam. Tetapi yang perlu digarisbawahi disini adalah pengkhususan da’wah wanita. Seorang wanita mempunyai keistimewaan penyampaian ”hati ke hati”, seorang wanita harus menjalankan peran pengemban da’wahnya lebih kepada masalah-masalah yang disitu melibatkan kaumnya.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (TQS an-Nahl [16]:125)
2. Menjadi shahabat bagi suaminya
Banyak sekali hadits yang mengabarkan tentang pentingnya peran wanita dalam rumah tangga, khususnya perannya menjadi shahabat bagi suaminya. Hal ini berarti bahwa wanita yang telah dan akan menjadi istri sangatlah besar pengaruhnya pada aktivitas sang suami
3. Menjadi teman bagi anak-anaknya.
Kata-kata ”wanita adalah tiang suatu negara” tampaknya bukanlah sesuatu yang berlebihan, bahkan saya katakan ”wanita adalah tiang peradaban”. banyak sekali hadits yang mengabarkan keutamaan wanita. Ini bisa dilihat pada fungsi seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya. Anak adalah cerminan orangtua, seorang anak yang besar biasanya lahir dari keluarga yang baik. Dan ibu memegang peranan yang sangat penting dalam pengajaran ini. Oleh Allah swt. seorang ibu telah ditempatkan pada kemuliaan yang sangat tinggi menyangkut masalah pendidikan anak. Itulah mengapa tolak ukur seorang anak ditentukan dari ibunya.
Dari Abdullah bin Umar ra dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “….dan seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suami dan anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang mereka..” (HR Bukhari Muslim)
(http://felixsiauw.com/home/peran-muslimah-dalam-kebangkitan-islam/)
0 komentar:
Posting Komentar